Categories: Health

Teknologi Kesehatan Penggunaan Fototherapi Pada Bayi

This post has already been read 622 times!

(Ditulis oleh: WANTI, mahasiswa Prodi S1 Keperawatan – Universitas Indonesia Maju)

Fototerapi atau yang sering disebut blue light adalah terapi sinar yang digunakan untuk merawat bayi dengan penyakit kuning akibat kadar bilirubin berlebih dalam tubuh. Terapi ini memanfaatkan sinar ultraviolet buatan untuk mengurangi kadar bilirubin bayi pada beberapa kasus yang dirawat di ruang NICU maupun ruang observasi di rumah sakit. Pemanfaatan tekhnologi sinar ultraviolet buatan ini diperuntukkan pada bayi yang mengalami peningkatan kadar bilirubin dalam darah atau disebut hiperbilirubin, salah satu tanda yang sering ditemukan adalah sklera berwarna kuning maupun permukaan kulit yang berubah menjadi warna kuning.

Kuning pada bayi dapat disebabkan karena kelainan darah, infeksi, kelainan hati atau karena ASI yang kurang. Pada bayi yang kuning fisiologis, jarang membutuhkan fototerapi, namun jika kuning fisiologis terjadi terlampau cepat (exaggerated jaundice) maka diperlukan fototerapi.

Bagaimana Penatalaksanaan Fototherapi pada Bayi ?

Fototherapi dilakukan di layanan kesehatan yang tersedia peralatan dan penunjang yang memadai. Setelah ditetapkan diagnosis dan indikasi perawatan fototherapi maka selanjutnya bayi dibawa ke ruang perawatan, kemudian diposisikan tanpa menggunakan pakaian kecuali popok agar sinar ultraviolet dapat diterima secara optimal sesuai kebutuhan, dan secara berkala bayi dimiringkan maupun ditelungkupkan.

Perkembangan perawatan bayi wajib didokumentasikan pada sistem informasi yang berlaku pada masing-masing layanan kesehatan baik secara manual maupun secara elektronik.

Apa Efek Samping dari Terapi ini ?

Selain manfaat yang didapatkan dari penggunaan maupun pemanfaatan ultraviolet buatan pada tekhnologi phototherapi, terdapat beberapa efek samping terhadap bayi, antara lain:

  • Dehidrasi (Kekurangan cairan)
  • Perubahan warna kulit (Bronze baby syndrome) secara sementara, akan hilang setelah penggunaan fototherapi
  • Bercak kemerahan pada kulit yang akan hilang secara berangsur
  • Hipertermia
  • Bayi mungkin akan mengalami diare pada beberapa waktu, jika diare berlanjut segera dikonsultasikan ke dokter

PERAWATAN PASCA FOTOTHERAPI

Setelah dilakukan perawatan fototherapi selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar bilirubin secara berkala, jika hasil bagus dan tidak ada kelainan maupun efek samping berkelanjutan dari terapi tersebut maka bayi dapat dipulangkan.

admin

Recent Posts

Mengapa USDT Akan Didelisting? Memahami Kontroversi dan Risiko Stablecoin Tether

JAKARTA - Stablecoin memiliki peran penting di ekosistem kripto sebagai jembatan antara mata uang fiat…

1 tahun ago

Bitcoin di Masa Depan: Peluang Mata Uang Digital

JAKARTA - Bitcoin, mata uang digital pertama di dunia, telah menarik perhatian investor, perusahaan, dan…

1 tahun ago

Mengapa Gateway Pembayaran Kripto Menjadi Pilihan Bisnis di Seluruh Dunia?

Di era teknologi informasi dan keuangan terdesentralisasi, para pedagang dan bisnis aktif mencari cara inovatif,…

2 tahun ago

Pengenalan Bitcoin: Mengapa dan Bagaimana Cara Investasi Bitcoin?

JAKARTA - Bitcoin (BTC) adalah salah satu cryptocurrency paling terkenal dan paling banyak diperdagangkan di…

2 tahun ago

Energi Positif Sukses di Usia Muda!

Ditulis oleh Ririn Murfriantika, Mahasiswi S1 Keperawatan UIMA Hai, kawan-kawan! Siapa bilang sukses hanya bisa…

2 tahun ago

Revolusi Kecil-Kecilan: Jadi Bos Finansial ala Anak Muda Gengs!

Ditulis oleh Riansyah, Mahasiswa S1 Keperawatan UIMA Hai, teman-teman! Saat ini kita sedang fokus sebagai…

2 tahun ago

This website uses cookies.