Categories: Health

Dampak Obesitas Bagi Remaja

This post has already been read 2061 times!

(Ditulis oleh Rosmala, mahasiswi S1 Kebidanan Universitas Indonesia Maju)

Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidak seimbangan asupan energy (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Indikator pengukuran obesitas yaitu dengan menggunakan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT adalah indeks sederhana dari berat badan terhadap tinggi badan yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa. IMT didefinikan sebagai berat badan seseorang dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter ( kg / m² ).

PENYEBAB OBESITAS

  1. Faktor Genetik
    Obesitas cenderung untuk diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik, tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasan gaya hidup.
  2. Faktor Lingkungan
    Lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup penting diantaranya adalah perilaku atau pola gaya hidup.
  3. Faktor Psikososial
    Apa yang ada dalam pikiran sesorang dapat mempengaruhi kebiasaan makannya.
  4. Faktor Kesehatan
    Obat-obatan juga dapat mengakibatkan terjadinya obesitas, yaitu obat-obatan tertentu seperti steroid dan beberapa anti depresant dapat menyebabkan penambahan berat badan.
  5. Faktor Perkembangan
    Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh, penderita obesitas terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak dapat memiliki sel lemak sampai lima kali lebih banyak dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.
  6. Pola Makan
    Orang yang kegemukan lebih responsive dibanding dengan orang berberat badan normal terhadap syarat lapar eksternal, seperti rasa dan bau makanan, atau saatnya waktu makan.
  7. Aktifitas Fisik
    Sesorang dengan aktifitas fisik yang kurang dapat meningkatkan angka kejadian terjadinya obesitas. Orang-orang yang kurang aktif memerlukan energi dalam jumlah sedikit dibandingkan orang dengan aktifitas tinggi.

Ada 3 alasan Mengapa Remaja Dikategorikan Rentan terhadap Obesitas, yaitu:

  1. Percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak.
  2. Perubahan gaya hidup.
  3. Kecanduan alkohol dan obat dan disamping itu, tidak sedikit remaja yang makan secara berlebihan dan akhirnya mengalami obesitas.

DAMPAK OBESITAS SECARA SOSIAL DAN EMOSIONAL

  1. Percaya Diri Rendah
    Remaja dengan kegemukan seringkali diganggu atau dicela teman-temannya hal ini akan mengakibat teman mereka tersebut kehilangan rasa percaya diri dan meringankan risiko terjadinya depresi.
  2. Problem pada Pola Tingkah Laku dan Pola Belajar
    Seseorang yang kelebihan berat badan cenderung lebih sering merasa cemas dan memiliki kemampuan bersosialisasi lebih rendah daripada seseorang dengan berat badan normal.
  3. Depresi
    Isolasi sosial dan rendahnya rasa percaya diri.

TERAPI OBESITAS

Tujuan terapi pada penderita obesitas adalah untuk mencegah komplikasi obesitas, yakni diabetes, stroke, hipertensi, tetapi pada remaja dengan obesitas ini harus mendapatkan dukungan oleh seluruh keluarga. Pada perinsipnya terapi pada obesitas remaja adalah sebagai berikut:

  • Memperbaiki faktor penyebab baik berupa kelainan psikologis maupun lingkungan.
  • Memotivasi penderita obesitas mengenai pentingnya terapi obesitas guna penurunan berat badannya.
  • Memberikan diet rendah energi seimbang, teratur untuk mencapai target penurunan berat badan/ mencapai status gizi yang normal. Pemilihan makan dengan mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan banyak mengandung lemak terutama asam lemak tak jenuh dan mengurangi makanan yang manis-manis.
  • Menganjurkan penderita untuk melakukan aktifitas fisik dengan teratur serta olahraga teratur, olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang bersifat aerobik.
  • Operasi dilakukan apabila keadaan penderita sudah tidak mungkin lagi di lakukan juga dengan alasan untuk mendapatkan berat badan yang ideal.
admin

View Comments

Recent Posts

Mengapa USDT Akan Didelisting? Memahami Kontroversi dan Risiko Stablecoin Tether

JAKARTA - Stablecoin memiliki peran penting di ekosistem kripto sebagai jembatan antara mata uang fiat…

1 tahun ago

Bitcoin di Masa Depan: Peluang Mata Uang Digital

JAKARTA - Bitcoin, mata uang digital pertama di dunia, telah menarik perhatian investor, perusahaan, dan…

1 tahun ago

Mengapa Gateway Pembayaran Kripto Menjadi Pilihan Bisnis di Seluruh Dunia?

Di era teknologi informasi dan keuangan terdesentralisasi, para pedagang dan bisnis aktif mencari cara inovatif,…

1 tahun ago

Pengenalan Bitcoin: Mengapa dan Bagaimana Cara Investasi Bitcoin?

JAKARTA - Bitcoin (BTC) adalah salah satu cryptocurrency paling terkenal dan paling banyak diperdagangkan di…

1 tahun ago

Energi Positif Sukses di Usia Muda!

Ditulis oleh Ririn Murfriantika, Mahasiswi S1 Keperawatan UIMA Hai, kawan-kawan! Siapa bilang sukses hanya bisa…

2 tahun ago

Revolusi Kecil-Kecilan: Jadi Bos Finansial ala Anak Muda Gengs!

Ditulis oleh Riansyah, Mahasiswa S1 Keperawatan UIMA Hai, teman-teman! Saat ini kita sedang fokus sebagai…

2 tahun ago

This website uses cookies.