This post has already been read 2847 times!
(Ditulis oleh SINTA NURAINI, mahasiswi S1 Keperawatan Univ. Indonesia Maju)
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Akibatnya, sel-sel dalam tubuh tidak mendapat cukup oksigen dan tidak berfungsi secara normal (hipoksemia). Anemia juga bisa terjadi karena gangguan darah yang ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Secara garis besar, anemia terjadi akibat tiga kondisi yaitu: 1) Produksi sel darah merah yang kurang; 2) Kehilangan darah secara berlebihan; dan 3) Hancurnya sel darah merah yang terlalu cepat.
Dampak anemia bagi pelajar yaitu penurunan imunitas, penurunan konsentrasi, penurunan prestasi belajar, penurunan kebugaran dan produktivitas, menghambat tumbuh kembang. Gaya hidup yang menyebabkan anemia pada remaja yaitu malnutrisi. Malnutrisi adalah faktor risiko utama anemia, diikuti dengan diet tidak sehat dan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan yang dapat merusak hati, perut, dan ginjal, yang menyebabkan anemia.
Apa Gejala Anemia?
Gejala anemia bergantung pada derajat dan kecepatan terjadinya anemia. Gejala kurang darah muncul sebagai akibat berkurangnya pasokan oksigen ke jaringan sehingga gejala anemia dapat muncul pada berbagai sistem/ organ di dalam tubuh. Gejala yang timbul akibat anemia yaitu lemas dan cepat lelah, sakit kepala dan pusing, kulit terlihat pucat atau kekuningan, detak jantung tidak teratur, napas pendek, nyeri dada, dingin di tangan dan kaki. Salah satu faktor terjadinya anemia yaitu karena kekurangan asupan gizi.
Jenis-Jenis Anemia
Anemia dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu; anemia akibat perdarahan, anemia gizi (anemia defisiensi besi, anemia defisiensi asam folat dan vitamin B12), anemia pada penyakit kronik (anemia pada infeksi HIV, pada penyakit rematik, anemia pada keganasan dan lain-lain), anemia aplastik, anemia hemolitik, anemia sel sabit (sickle cell anemia), thalasemia, anemia akibat kegagalan produksi sel darah merah di sumsum tulang.
Faktor-Faktor Penyebab Anemia
Pencegahan Anemia
Akibat dan Bahaya Anemia
Diagnosis Anemia
Tes yang dilakukan untuk diagnosis anemia yaitu dengan melakukan hitung darah lengkap. Melalui tes darah, mengukur kadar zat besi, apusan darah dan diferensial, hitung retikulosit, hematokrit, vitamin B12, dan asam folat dalam darah, serta memeriksa fungsi ginjal, pemeriksaan penunjang anemia lainnya. Tujuan dari tes tersebut adalah untuk mengetahui penyebab dari anemia. Selain tes darah, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan lain untuk mencari penyebab anemia, seperti:
JAKARTA - Stablecoin memiliki peran penting di ekosistem kripto sebagai jembatan antara mata uang fiat…
JAKARTA - Bitcoin, mata uang digital pertama di dunia, telah menarik perhatian investor, perusahaan, dan…
Di era teknologi informasi dan keuangan terdesentralisasi, para pedagang dan bisnis aktif mencari cara inovatif,…
JAKARTA - Bitcoin (BTC) adalah salah satu cryptocurrency paling terkenal dan paling banyak diperdagangkan di…
Ditulis oleh Ririn Murfriantika, Mahasiswi S1 Keperawatan UIMA Hai, kawan-kawan! Siapa bilang sukses hanya bisa…
Ditulis oleh Riansyah, Mahasiswa S1 Keperawatan UIMA Hai, teman-teman! Saat ini kita sedang fokus sebagai…
This website uses cookies.
View Comments
Artikel nya sangat membantu, bermanfaat jga buat jaga kesehatan dari penyakit anemia, dan mudah dipahami
Mudah dipahami, dan sangat membantu
Terimakasih, jadi nambah wawasan