This post has already been read 2186 times!
(Ditulis oleh Ismie Octavia, mahasiswi S1 Kebidanan Universitas Indonesia Maju)
PMS (Premenstrual Syndrome) merupakan masalah yang umum terjadi pada wanita usia produktif. Sekitar 48% wanita diketahui pernah mengalami kondisi ini. Penyebab premenstrual syndrome belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada faktor-faktor yang diduga dapat memicu terjadinya PMS, di antaranya:
Faktor Risiko Premenstrual Syndrome
Premenstrual syndrome pada dasarnya dapat dialami oleh setiap wanita. Namun, ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita mengalami PMS, yaitu:
Gejala Premenstrual Syndrome
Gejala PMS dapat meliputi perubahan fisik, perilaku, dan emosi. Gejala tersebut biasanya terjadi sekitar 1–2 minggu sebelum haid dan dapat berlangsung hingga beberapa hari setelah haid dimulai.
Gejala perubahan fisik saat PMS dapat meliputi:
Beberapa gejala perubahan perilaku yang dialami saat PMS adalah:
Sementara itu, perubahan emosi yang dapat terjadi ketika PMS, yaitu:
Kapan harus ke dokter
Umumnya, gejala premenstrual syndrome akan hilang dengan sendirinya ketika menstruasi sudah dimulai. Namun, bila PMS yang dialami sampai mengganggu aktivitas sehari-hari atau sering terjadi di setiap siklus menstruasi, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.
Diagnosis Premenstrual Syndrome
Untuk mendiagnosis premenstrual syndrome, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan yang dialami pasien, sejak kapan keluhan tersebut dirasakan, dan bagaimana siklus menstruasi pasien. Penting untuk diingat bahwa catatan siklus menstruasi pasien sangat dibutuhkan untuk mendiagnosis premenstrual syndrome.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di bagian tubuh yang mengalami keluhan, seperti payudara atau perut.
Diagnosis premenstrual syndrome umumnya tidak membutuhkan pemeriksaan penunjang apa pun. Namun, pada kasus tertentu, dokter mungkin perlu melakukan tes fungsi tiroid untuk memastikan bahwa gejala yang dialami bukan disebabkan oleh kondisi medis lain.
Pengobatan Premenstrual Syndrome
Tujuan pengobatan premenstrual syndrome adalah untuk meredakan keluhan yang dialami. Maka dari itu, pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala yang dialami oleh pasien.
Beberapa metode pengobatan yang dapat diberikan oleh dokter untuk menangani PMS adalah:
Pencegahan Premenstrual Syndrome
Mengingat penyebab PMS tidak diketahui secara pasti, maka kondisi ini pun sulit untuk dicegah. Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya PMS adalah menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain:
JAKARTA - Stablecoin memiliki peran penting di ekosistem kripto sebagai jembatan antara mata uang fiat…
JAKARTA - Bitcoin, mata uang digital pertama di dunia, telah menarik perhatian investor, perusahaan, dan…
Di era teknologi informasi dan keuangan terdesentralisasi, para pedagang dan bisnis aktif mencari cara inovatif,…
JAKARTA - Bitcoin (BTC) adalah salah satu cryptocurrency paling terkenal dan paling banyak diperdagangkan di…
Ditulis oleh Ririn Murfriantika, Mahasiswi S1 Keperawatan UIMA Hai, kawan-kawan! Siapa bilang sukses hanya bisa…
Ditulis oleh Riansyah, Mahasiswa S1 Keperawatan UIMA Hai, teman-teman! Saat ini kita sedang fokus sebagai…
This website uses cookies.
View Comments
Ilmu yg bermanfaat sekali
Terima Kasih Ismie , Jadi Lebih Besar Lagi Wawasan tentang Kewanitaan
Sangat bagus dan terbaik
Nambah wawasan lagi nih
Saya jg mengalami PMS, benar sesuai yg ada di artikel ini tentang PMS
Sangat bagus
Bagus .,
Baik,
Dan lanjutkan
terima kasih atas pengetahuannya
ini sangat bermanfaat
Sangat menarik dan bagus
Sangat bermanfaat